Wisatawan Kota Tua Dijakarta Barat Yang Kini Capai 11.606 Orang pada hari Rabu Kawasan wisata ini mulai beroperasi pada pukul 08.00 hingga 18.00 WIB, menarik minat wisatawan dari berbagai daerah, baik domestik maupun mancanegara.
Informasi ini disampaikan oleh tim media sosial Unit Pengelola Kawasan (UPK) Kota Tua kepada ANTARA melalui pesan singkat di Jakarta, pada hari Rabu. Rincian dari jumlah kunjungan tersebut terdiri dari 11.316 wisatawan domestik dan 290 wisatawan asing.
Meskipun pada sore harinya kawasan sempat diguyur hujan mulai pukul 18.52 WIB, para pengunjung hanya menepi sejenak sebelum melanjutkan aktivitas menikmati suasana malam di Kota Tua, yang tutup pada pukul 21.00 WIB.
Salah satu pengunjung yang turut menikmati suasana Kota Tua adalah Pipin, warga Bogor, Jawa Barat. Pipin, yang berusia 47 tahun, mengunjungi kawasan ini bersama sepuluh anggota tim senamnya. Pipin mengaku memilih Kota Tua sebagai destinasi libur Lebaran karena tempatnya yang murah dan menyenangkan, serta kebetulan salah satu anggota tim senamnya belum pernah mengunjungi kawasan tersebut.
Wisatawan Kota Tua Dijakarta Barat Padat
“Kami memang berniat datang ke sini untuk menyegarkan pikiran, terutama dalam rangka libur Lebaran,” ujar Pipin saat ditemui di lokasi pada hari Rabu. Pipin bersama rombongan berangkat menggunakan kereta commuter line (KRL) dari Stasiun Cibinong, Bogor, dan tiba dengan antusias untuk menikmati suasana bersejarah Kota Tua.
Sesampainya di kawasan Kota Tua, Pipin dan rekan-rekannya sempat beristirahat sejenak sambil menikmati sarapan di pinggir jalan. Mereka membawa bekal makanan ringan dan mengisi energi dengan menyantap nasi pecel yang dibeli di sekitar lokasi. “Kami sempat merasa lapar, jadi langsung mencari makan di depan kawasan. Kami juga membawa camilan agar bisa bersantai sambil berkumpul dan berbincang,” tambah Pipin.
Pipin sendiri mengakui bahwa dirinya sudah beberapa kali berkunjung ke Kota Tua, namun kali ini ia merasa ada perubahan yang cukup signifikan. Menurutnya, kawasan ini tampak lebih bersih dan tertata dengan rapi dibandingkan dengan kunjungan sebelumnya. Hal ini tentu menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana sejarah yang dipadukan dengan kenyamanan.
Kota Tua Jakarta memang merupakan salah satu destinasi wisata populer, terutama pada saat libur Lebaran. Sejarah panjang yang terkandung dalam bangunan-bangunan berarsitektur kolonial Belanda menjadikan kawasan ini sebagai pusat wisata budaya dan sejarah. Tidak hanya wisatawan lokal, wisatawan asing pun banyak yang tertarik untuk menjelajahi area ini, terutama karena daya tariknya yang ikonik dan bernilai historis.
Selama libur Lebaran, Kota Tua menjadi pilihan favorit karena akses yang mudah serta biaya yang terjangkau. Banyak pengunjung yang datang bersama keluarga atau rombongan komunitas untuk menikmati suasana khas Jakarta tempo dulu. Kawasan ini juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang mendukung kenyamanan pengunjung, seperti area duduk, tempat makan, serta pusat informasi wisata.
Yang Kini Capai 11.606 Orang
Selain itu, Kota Tua juga sering dijadikan tempat berkumpul oleh komunitas-komunitas kreatif. Tidak jarang ditemui seniman jalanan, fotografer, dan komunitas pecinta sejarah yang berbagi cerita dan pengetahuan. Kegiatan-kegiatan tersebut semakin menambah daya tarik Kota Tua sebagai ruang publik yang multifungsi.
Menurut petugas UPK Kota Tua, peningkatan jumlah pengunjung pada momen libur Lebaran ini sudah diprediksi sebelumnya. Oleh karena itu, pihak pengelola telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi, seperti peningkatan kebersihan, pengawasan keamanan, dan pengaturan lalu lintas di sekitar area. Hal ini bertujuan agar pengunjung tetap merasa nyaman dan aman selama berada di kawasan tersebut.
Tidak dapat dipungkiri, Kota Tua juga menjadi magnet bagi para pedagang kaki lima. Para pedagang memanfaatkan momen libur dengan berjualan berbagai produk, mulai dari makanan khas Jakarta, suvenir, hingga jasa foto instan. Para pengunjung pun terlihat antusias mencoba kuliner tradisional seperti kerak telor dan es selendang mayang.
Antusiasme pengunjung di Kota Tua menunjukkan bahwa kawasan ini tetap menjadi pilihan utama masyarakat yang ingin menikmati wisata kota dengan nuansa sejarah. Terlepas dari tantangan cuaca maupun kepadatan pengunjung, kawasan ini tetap menawarkan pengalaman unik dan edukatif.
Menjaga kelestarian dan kebersihan kawasan Kota Tua menjadi tanggung jawab bersama, baik pengelola maupun pengunjung. Dengan demikian, kawasan bersejarah ini dapat terus menjadi destinasi wisata favorit tanpa mengurangi nilai budayanya. Bagi masyarakat yang ingin berkunjung, disarankan untuk tetap menjaga kebersihan dan mematuhi peraturan yang berlaku demi kenyamanan bersama.
Baca Juga : Ganjil Genap Di DKI Kini Ditiadakan Selama Libur Lebaran Di 2025
Pada akhirnya, Kota Tua Jakarta tidak hanya menjadi tempat wisata sejarah, tetapi juga ruang publik yang menyatukan warga dari berbagai latar belakang. Kehadiran wisatawan domestik dan mancanegara memperkaya interaksi sosial dan budaya di kawasan ini. Oleh karena itu, pelestarian kawasan Kota Tua menjadi hal yang penting agar dapat terus dinikmati oleh generasi mendatang.
Leave a Reply